facebook twitter instagram

Udin's Angel

by: tayatumada

Banyak orang yang bilang “usaha yang keras disertai dengan doa yang banyak, Insha Allah tidak akan menghianati hasil” dan kalimat tersebut benar banget. Ini yang saya alami kemarin. Sebelum saya memutusan untuk ikutan dalam giveaway tersebut, ada banyak hal yang memenuhi pikiran saya, salah satunya adalah perasaan takut, takut dengan pemikiran orang-orang kepada saya soalnya saya merasa kalau ikutan giveaway tersebut mungkin saja saya yang paling tua diantara semua orang yang ikutan haha. Tiba-tiba ada yang ngomong “emang kenapa kalau udah tua? Toh kamu nggak tua-tua amat kok, masih muda malah, terus di giveaway itu nggak ada syarat usianya kak? Ikutan aja dulu menang atau tidak itu urusan kedua. Kapan lagi punya kesempatan di folback sm idola kamu??” (yang ngomong ini adalah perasaan narsis yang ada dalam diri saya hahahahahhahaah). Selain itu sahabat-sahabat saya juga selalu bilang “ kamu nggak ikutan, yakin nggak bakal nyesel??” (sambil dikirimin capturean pemenang-pemenang yang udah difolback sama Kak Belva). Akhirnya saya pun memutuskan untuk ikut.

Hal pertama saya lakukan sebelum ikutan adalah ngecek #nya belvadevaragiveaway. Melihat hal-hal apa saja yang sudah dilakuin sama pesaing-pesaing saya, di sini saya nggak ingin nyontek apa yang sudah mereka buat saya hanya mencoba untuk mencari ide untuk membuat sesuatu yang belum dibuat sama para pesaing tersebut. Saya pun memutuskan untuk membuat blog post.

Baca Juga : #BELVADEVARAGIVEAWAY

Kenapa di blog? Soalnya pertama belum ada yang melakukan hal tersebut, kedua karena saya anaknya suka bercerita, dan kalau mau bercerita panjang lebar lebih enak di blog. Makanya saya memilih untuk menulis di blog saja. Hal kedua yang saya lakukan adalah memposting tulisan saya sebanyak-banyaknya di ig story. Di sini saya mencoba untuk membuat sesuatu yang eye catching, beda dengan postingan di igs yang selalu saya buat dan bertema. Jadi kalau postingan saya bisa di notice sama kak belva, bisa ketahuan klo ini postingan saya.

Untuk membuat template igs, saya dibantu sama sahabat saya Aas (thank u As^^). Dari template tersebut saya memasukkan tulisan terbaru yang saya buat dan berbeda dari postingan saya di blog, tapi di templatenya ada latar tulisan saya di blog.

ini adalah salah satu template yang dibuatkan oleh Aas dan disetiap template itu ada judul cerita atau highlight dari yang ini saya tulis

Hari pertama setelah saya mengupload semuanya. Nama saya belum tertera di pengumuman. Tapi saya tidak menyerah begitu saja, namanya juga baru ikutan, nggak mungkin langsung menang kan ahhah. Hal selanjutnya yang saya lakukan adalah masuk ke grup-grup yang saya punya di sosmed dan meminta bantuan mereka untuk mempromosikan tulisan saya. Biar nanti di #belvadevaragiveaway makin rame dengan postingan-postingan mereka dan makin mudah untuk di notice sm Kak Belva. Jadi seharian penuh itu yang saya lakukan ada nge-repost postingan teman-teman saya biar jadddiii makin ramai kayak di pasar hahah. Waktu itu saya melihat pengumumannya pukul 3 dini hari dan nama saya belum ada. Karena sudah terbangun saya pun memutuskan untuk shalat tahajjud minta petunjuk buat ngapain lagi. Selesai shalat, sambil nunggu waktu shalat subuh, tiba-tiba saya kepikiran buat video stop motion seperti yang dulu pernah dibuat bersama Wildha dan Aas untuk ucapan ulang tahun Oshyn dan kakak ipar saya pun menyarankan demikian.

Karena ada yang harus saya kerjakan waktu itu, jadi persiapan untu membuat videonya belum saya lakukan dan saya pun hanya ngerepost story-story kemarin. Hari ketiga, Kak Belva mengumumkan kalau dia nggak sempat untuk melihat dan menentukan pemenangnya jadi pada hari keempat saya ikutan giveawaynyaa bakal ada dua nama yang akan dipilih sama dia, yang satu dilihat dari postingan di feednya satunya lagi di igsnya. Saya pun memutuskan untuk membuat video tersebut hari itu, menurut saya ini adalah kesempatan emas buat saya.

Waktu itu saya ngajak Aas dan Lea untuk ketemuan sekalian minta bantuan mereka sekali lagi, karena Aas nggak bisa, jadinya cuman saya dan Lea saja. Setelah saya sudah membuat semua properti yang akan digunakan, kami pun mulai mengambil photo melalui hpnya Lea karena yang akan membuat videonya adalah Lea (soalnya hp saya memorynya sudah kritis dan nggak bisa buat mendownload aplikasi lagi :D). Kira-kira ada sekitar 196 photo yang kami ambil pada hari itu di café La Piccola Italy Makassar.

Waktu pun menunjukkan pukul 21.00 WITA, kami pun balik ke rumah masing-masing. Sambil menunggu video yang dibuat oleh Lea, sayapun ngerepost lagi postingan yang kemarin. Kalau ditanya “kenapa sih repot-repot harus buat video? Kan bisa postingan yang kemarin aja di repost lagi dan lagi”. Jawabannya adalah karena kalau postingan saya berhasil di notice sam Kak Belva, saya takut nanti kak Belva bosan dengan postingan tersebut. Saya saja merasa bosan hahaha (disini saya mencoba menempatkan diri kalau saya di posisi dia). Tiap kali di repost, saya suka ngomong sama diri sendiri, “mmm taya postingan ini lagi? Nggak mau buat yang lain lagi biar bervariasi dan nggak flat gitu?”. Karena itu lah saya memutuskan untuk buat video, biar ada yang lain lagi yang bisa di post.

Pukul 00.30 WITA, video dengan durasi 2 menit 21 detik sudah selesai dibuat oleh lea (Thank u Lea^^). Saya pun mulai mengupload video tersebut di igs saya.  Saat lagi dalam proses untuk mengupload video ke 9 dari total 10 video. Tiba-tiba dapat notif mentionan dari Kak Belva, “Belva mentioned you in a story”, tangan gemeteran hati dagdug, firasat bahwa hari itu saya yang akan menjadi salah satu pemenangnya kemudian muncul dibenak saya, kalau tidak ngapain coba Kak Belva membuang-buang waktunya untuk ngemention saya di igsnya hahaha (siapa saya?? Hahah). Saya memutuskan untuk tidak membukanya dulu dan melanjutkan untuk mengupload video terakhir.
(Video stop motion ini jangan dibayangin yang kayak Aulion buat yahh,, hahha jauh bedaa ceunahh :D)

Setelah diuplaod saya pun membuka notifikasi itu.

“Selamat kamu adalah pemenang ke-9 @tayatumada!!! Kemarin bikin blog post, minta dukungan story teman2, dan sampai bikin video ini hari ini. Keren gigih fokus! Selamat!!!”

Firasat saya benar, rasanya pengen teriak-teriak kegirangan sambil guling-guling kasur. Tapi tidak saya lakukan, soalnya takut ngebangunin ponakan saya lagi tidur disamping saya. Waktu itu saya cuman gigit-gigit bantal, garuk-garuk kepala dan teriak dalam hati tentunya hahaha. Tanpa pikir panjang saya langsung memberitahuan kabar tersebut kepada sahabat-sahabat saya yang selama ini sudah banyak membantu saya untuk bisa memenangkan #belvadevaragiveaway. Dan mereka pun ikutan bahagia seperti yang saya rasakan. Kalau ditanya, apakah waktu itu saya bisa tidur atau tidak, jawabannya adalah tidak hahaha. Sampai pagi saya tidak bisa tidur sama sekali, nanti setelah ngantar ponakan ke sekolah dan cuci piring di dapur baru saya bisa tidur :D.

Saran saya, buat kalian yang masih berjuang di giveaway ini, coba deh buat sesuatu yang baru yang belum di post sama orang-orang, seperti yang pemenang ke 10 lakukan yaitu ngereview semua buku yang jadi hadiahnya dan membuat kaligrafi dengan nama kak Belva (ini hanya salah satu contohnya saja). Pastikan untuk selalu ngecek #nya, apakah postingan kalian yang muncul tiap kali # itu kalian klik atau tidak, jangan lupa minta bantuan teman-teman kalian biar postingan kalian makin ramai hehe. Dan yang terakhir, pastikan untuk mencari tahu waktu yang tepat untuk mempostingnya, kira-kira menurut kalian kapan Kak Belva punya waktu untuk melihat #belvadevaragiveaway? (silahkan dijawab :D), pada saat itu lah kalian baru ngepost apa yang mau kalian post :D. Semoga bermanfaat yah hehe

Terima kasih untuk semua Keluarga, kteman dan sahabat yang sudah membantu saya mempromosikan postingan saya kemarin. You are the best, love you guys^^. Dan kalian dapat salam dari Kak Belva hehe. Dan maaf banget yah kalau aja ada yang merasa kemarin-kemarin itu saya agak lumayan nyampah banget di timeline kalian heheh, sorry :D.

“Karena Suksesnya Mimpi Tergantung KONSISTENSI” 
_@BELVADEVARA_

XO
tayatumada
16.00 28 komentar
“Belva has posted something new”.

Notifikasi di hp saya berbunyi. Setelah dibuka ternyata Kak Belva (CEO ruangguru) lagi ngadain giveaway dan hadiahnyaa adalah buku motivasi pilihan dia dannnnnn di folback doiiiii ceunahhh. Tanpa pikir panjang, saya pun bertekad untuk mengikuti giveawaynya. Selama berapa hari ini saya selalu mikir, gimana yah biar postingan saya ini bisa dilirik sm Kak Belva dan kalau bisa sih jadi salah satu pemenangnya juga heheh. Terus pas lagi bantuin mama bersihin ikan di dapur, tiba-tiba ada yang bisikin hahah.

“gimana kalau kamu nulis aja tentang salah satu postingan dia yang menginspirasimu di blog habis itu kamu tinggal ngespam di igs kamuJ. Dan kalau memang g dilirik sm Belva setidaknya ada beberapa pembaca yang mampir ke blog kamu yang sudah membacanya dan mungkin saja si pembaca tersebut bakal terinspirasi, kan sharing is caring ”.
ini adalah pilihan bukunya
Dan terbitlah tulisan di bawah ini *jejengggggg hahaha (maaf ku tak bisa menemukan kalimat yang pas:D)

MIMPI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti:
1. Sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur
2. Angan-angan

Yang ingin aku bahas di postingan kali ini yaitu tentang mimpi. Mimpi yang dimaksud di sini adalah angan-angan atau khayalan atau mungkin bisa disebut dengan cita-cita. Saya pernah membaca postingan Kak Belva di Instagramnya, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan para netijen yg budiman soal “Cara Sukses?”. 

Cara Sukses Part 1 by BelvaDevara

Cara pertama yang ditulis sm Kak Belva yaitu jangan takut untuk bermimpi besar. Mau itu mimpi gila atau mimpi yg “halu” sekali pun (mimpi “halu” yang saya maksud adalah mimpi jadi istrinya Kak Belva, nah ini 100000% halu tapi buat saya mimpi seperti itu saja sudah bisa bikin hati ini jadi bahagia hahahahah), intinya jangan pernah takut untuk bermimpi. Mimpi adalah langkah awal dan hal yang paling gampang dan menyenangkan untuk dilakukan. Kenapa menyenangkan? Buat saya ngebayangin aja klo mimpi itu nantinya akan terwujud itu rasanya membahagiakan sekali :D. Mimpi di sini adalah fondasi awal dan harus berdiri tegak keras dan kuat seperti slogan dari Semen Bosowa hehe.

Kenapa harus tegak keras dan kuat? Karena seperti sebuah bangunan kalau fondasi awalnya tidak keras dan kuat, satu kali tertiup angin semriwing, bangunan tersebut pasti akan rubuh. Begitu pula dengan mimpi, jika kita membiarkan faktor-faktor x yang ada di sekitar kita, mempengaruhi kita untuk takut bermimpi. Tentu saja kita akan diam di tempat saja dan tidak melakukan apa-apa. Apa yang bisa kita lakukan atau wujudkan jika untuk bermimpi saja kita takut?.

Kalau kalian masih takut untuk bermimpi besar saya menyarankan bagaimana kalau diawali dengan mimpi-mimpi kecil saja dulu. Seperti, bermimpi pengen ketemu dan foto bareng idola kalian, dan jika hal tersebut terwujudkan Mungkin 7 hari 7 malam kalian tidak akan berhenti memandangi foto tersebut dan bakal senyum-senyum sendiri mengingat kembali momen ketika mimpi kalian terwujud. Seperti saya, yang baru-baru ini bermimpi bisa disapa dengan Kak Belva.

Jadi waktu bulan Desember kemarin, salah satu sahabat saya yang bekerja di ruangguru berangkat ke Jakarta untu training dan liburan bareng semua staf ruangguru, sebelum berangkat saya berpesan sm Aas. “As kalau kamu ketemu Kak Belva salam yah, bilangin salam sayang dari taya hahahah”. Tiba-tiba berapa hari kemudian aku dapat mention di ig storynya Aas, waktu itu aku pikir ini cuman mentionan biasa saja seperti yang selalu kami lakukan. Tau-taunya di situ aku dapat salam dan beberapa harapan-harapan dari Kak Belva. Respon saya waktu itu, jingkrak-jingkrak kayak anak kecil yang dibeliin mainan. Buat saya itu adalah penutup akhir tahun yang sangat membahagiakan. Videonya pun ku save dan ku putar berulang-ulang kali, apa lagi pas endingnya dapat senyuman maut dari kak Belva (ooohhh pingsan :D). 

Btw thank u so much Aas sudah merekam videonya and thank u lea sudah dibantu edit videonya, walaupun endingnya lumayaaan,, mmmm oke pass :D.

Mimpi yang seperti itu saja pada saat terwujud sudah sangat membahagian sekali, bagaimana kalau mimpi besar kalian yang terwujud??.

Jika kalian sudah berani bermimpi, langkah selanjutnya yang harus kalian lakukan seperti yang di tulis oleh Kak Belva adalah, berusahaa se”gila” mungkin dan jangan pernah melakukan pelanggaran-pelanggaran sekecil apapun terhadap mimpi tersebut. Usahakan untuk terus fokus sampai mimpi kalian terwujud. Hindari hal-hal yang bisa membuat kalian gagal fokus. Ini adalah part yang paling susah, dan saya sudah sering mengalaminya, ini pun baru ku sadari setelah membaca postingan dari Kak Belva, bahwa apa yang sudah saya lakukan selama ini adalah pelanggaran-pelanggaran kecil terhadap mimpi saya. Misalnya tiap kali saya pengen apply sesuatu apakah itu pekerjaan ataupun beasiswa, hal yang sering saya lakukan adalah menunda. “nanti besok deh, masih banyak waktu kok” begitu seterusnya sampai batas waktunya hampir habis. Hal terakhir yang saya lakukan adalah SKS (Sistem Kebut Semalam) mulai dari mempersiapkan berkas membuat essay dll sbg. Tentu saja hasilnya pasti akan berbeda dengan orang yang sudah mengerjakannya dari jauh hari sebelumnya dibandingkan dengan saya yang pake SKS:D. Sampai detik ini pun saya masih berjuang dan berusah untuk tidak mengulanginya. Dan ku akui itu sangat susah ceunahh, huft.

Cara Sukses Part 2 by BelvaDevara

Jika kalian sudah berusaha se’gila’ mungkin dan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang ada, hal terakhir yang bisa kalian lakukan adalah berdoa sebanyak-banyaknya. Serahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. “You have done your best and Allah will do the rest” ini adalah mantra yang selalu saya ucapkan untuk diri saya sendiri tiap kali saya sudah berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya (biar tetap waras jika mimpi saya tidak terwujud hahah) .

Ada satu kebiasaan yang selalu saya lakukan sejak 2013, yaitu menuliskan mimpi-mimpi saya di notebook. Tiap mimpi atau apapun yang saya inginkan saya pasti selalu menuliskannya dengan sangat detail di buku tersebut, dan memberikan tanda dan apresiasi kepada diri saya jika mimpi tersebut sudah terwujud. Sepeti menepuk pundak saya sendiri dan berkata “good job taya ”. Kenapa ditulis? Biar saya tidak lupa dengan segudang mimpi-mimpi tersebut dan termotivasi untuk mewujudkannya. Dan kali ini saya pun menambahkan satu mimpi baru di buku saya yaitu menjadi salah satu dari 14 pemenang di #BELVADEVARAGIVEAWAY. Wish me luck heheh


“Mimpilah dulu segila2nya, tercapai atau nggak itu urusan kedua.”
_@belvadevara_

xo
TayaTumada
19.32 31 komentar

Hari-hari terakhir kami di Pare menjadi hari yang sangat sibuk, bahkan untuk nongkrong lama-lama di warung makan pun kami tak sempat. Selain sibuk mempersiapkan kebutuhan yang dibutuhkan untuk mendaki Gunung Semeru nanti, kami pun disibukkan dengan padatnya jdwal kelas IELTS. Jadi tiap ada waktu luang sedikit, waktu itu kami gunakan untuk beristirahat di asrama. 

Ada beberapa persiapan yang kami lakukan selama beberapa minggu terakhir kami di Pare. Pertama adalah berolahraga, setiap sore setelah kelas berakhir kami selalu berangkat ke lapangan yang ada di daerah Pare untuk lari keliling lapangan selama beberapa putararan (walaupun sebenarnya lebih banyak jalannya dari pada larinya, tapi tak mengapa, namany juga usaha :D). Setiap sore banyak warga lokal yang juga berolahraga di lapangan tersebut dan setiap sore juga kami selalu menjadi pusat perhatian orang-orang di sana. Bagaimana tidak, pakaian yang kami kenakan sungguh sangat jauh dari pakaian orang yang sedang berolahraga, celana kaos dan sandal jepit hahaha. Waktu itu kami tidak punya celana training ataupun sepatu lari, soalnya sebelum berangkat tidak pernah terpikirkan sedikitpun bahwa kami akan mendaki gunung. Walaupun selalu menjadi pusat perhatian tapi itu tidak menjadi penghalang buat kami, bodo amat kita tidak kenal kok, mind yours guys, hahaha (seperti itu yang ada pikiran kami waktu itu).

Sebenarnya walaupun tidak lari keliling lapangan pun tak jd masalah karena selama beberapa bulan kami tinggal di Pare, hari-harinya kami selalu bersepeda keliling Pare, apa lg kalau harus membonceng si Lea yang tidak bisa bawa sepeda, Wowww the struggle is real guys hahhhaha (sowry lea). Tapi waktu itu karena lagi semangat semangatnya pengen naik gunung dan kita tidak tau kondisi di sana kayak gimana (maklum org awam), kamipun memutuskan untuk lari keliling lapangan tiap sore biar fit nantinya. Ke dua, cari teman, biar tidak kami berempat saja yang berangkat. Alhamdulillah waktu itu ada Aldi yang bersedia ikut, Aldi ini salah satu teman kami d Pare yang sebelumnya sudah pernh berangkat ke Jogja bareng dan dia juga sudah pernah mendaki gunung semeru. Selain Aldi juga ada Pea dan Adam teman kelas IELTS kami di pare.

Baca Juga: Trip ke Yogyakarta

Ke tiga, mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk mendaki gunung. Untuk mempersiapkan semuanya, hampir tiap weekend kami selalu berangkat ke Malang, dan bersyukur banget waktu itu kami banyak dbantu sama Febri, mulai dari nyari tempat sewa tenda dkk, nyari sepatu gunung, dan jaket (thank u Febri J). Selain itu kami juga mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk izin sebelum mendaki ke petugas nanti. Berkas-berkasnya yaitu foto copy KTP dan surat keterangan berbadan sehat.

Selama proses persiapan dlakukan, tiba-tiba kami ketemu sm mas A (aku lupa namany). Waktu itu kami ketemu di tempat makan, dan tidak sengaja mendengar percakapannya dengan temannya yang lagi bercerita soal pengalamannya sehabis mendaki gunung di mana aku lupa. Sehabis makan dengan hati-hati Aas mencoba menyapanya dan bertanya hal-hal yang berkaitan dengan gunung Semeru. Waktu itu mas A welcome banget menjawab pertanyaan-pertanyaan kami, tiba-tiba Febri menyarankan untuk ngehire mas A biar jd tour guidenya kami. Aas pun mulai menanyakan mas A dan Alhamdulillah doi setuju. Waktu itu kami tidak berdiskusi dengan Aldi, soalny yang ada dpikiran kami, kami harus nyari satu lagi orang yang tau kondisi di sana kayak gimana, buat ngurangin bebannya Aldi, dan kami takut kalau tiba-tiba pas hari H nanti Aldi tidak bisa ikut.

Hari yang kami tunggu pun tiba, setelah berpamitan dengan teman-teman di pare, kami pun berangkat menuju Malang, dan dari sini lah sebuah cerita di mulai, mulai dari senang, sedih, kecewa terus senang lagi. Semuanya menjadi kenangan yang sangat berharga untuk kami. I will tell you about the story next time J



 xo
TayaTumada

13.05 2 komentar
Ada beberapa spot yang kami kunjungi selama Tour Bromo. Selain menikmati matahari terbit di bukit penanjakan 1, masih ada 3 spot lagi yang akan kami kunjungi. Bukit Savana , Pasir Berbisik, dan naik ke Kawah Bromo. Waktu itu kami mengunjungi Bukit Savana terlebih dahulu sesuai dengan saran pak sopir. Selama perjalanan menuju Bukit Savana rasa ngantuk mulai menyerang kami, mengingat kami belum tidur lg sejak pukul 3 subuh. Walaupun kondisi jalan yang menanjak, menurun dan berkelok- kelok tidak menjadi penghalang untuk bisa tidur pulas di mobil. Mungkin ini sudah menjadi skill bawaan dari Pesantren, bisa tidur di mana saja, kapan saja, dan dalam kondisi apapun :D.

Baca Juga : Bromo "part 1"

Tiba di Bukit Savana, kami langsung disuguhkan dengan pemandangan padang rumput hijau yang berjejer sepanjang kiloan meter di depan kami. Rasa ngantuk pun seketika hilang. Pemandangan di bukit Savana ini kurang lebih hampir mirip dengan bukit Teletubbies tp masih lebih cantik bukit Savana sih J. Dan setiap sisinya sangat Instagramble. Jadi sebaiknya kalian membawa kamera “dewa” dan jangan lupa untuk sedikit berdandan cantik (banyak pun tak masalah haha) kalau mau ke sini :D.
Dari pemandangan yang hijau subur, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pasir berbisik, gurun pasir tandus yang letakny tidak jauh dari bukit Savana. Dinamakan pasir berbisik karena ketika angin bertiup, butiran-butiran pasir akan berterbangan dan terdengar seperti suara bisikan. Syuhhh!. Di sini kita bisa melihat keagungan Allah SWT, karena tempat yang subur dan tandus berada dalam satu kawasan, Masha Allah. Di Pasir Berbisik ini, selain berfoto ria, teman-teman trip kami yang lain ada yang bermain prosotan. Rasanya seperti anak kecil yang sangat bahagia bisa main pasir-pasiran. Pokoknya banyak hal seru yang bisa dilakukan di sini.
Setelah puas berfoto dan bermain di bukit Savana dan Pasir Berbisik, akhirnya pak sopir membawa kami ke tujuan akhir di Tour Bromo ini, yaitu mendaki Kawah Gunung Bromo yang masih aktif diketinggian 2.329 mdpl. Sebelum naik ke Kawah Bromo, kami harus berjalan kaki kurang lebih 3 KM dari parkiran. Alternative lainnya yaitu bisa naik kuda yang banyak di sewakan di sepanjang jalan. Selain karena budget kami yang pas-pasan dan memiliki keinginan untuk mendaki semeru, kami memutuskan untuk jalan kaki, itung-itung olahraga sebelum mendaki ke semeru hihi.

Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami tiba di kaki gunung Bromo. Untuk naik ke puncak Bromo kami masih harus menaiki kurang lebih 250 anak tangga yang curam. Sebelum naik kami beristirahat sejenak untuk mengumpulkan kembali tenaga yang terkuras sehabis berjalan kaki. Selangkah demi selangkah kami menaiki tiap anak tangga yang ada dan sesekali berhenti untuk mengatur nafas dan memeriksa keadaan yang lain untuk memastikan semua baik-baik saja. Di sini kami tidak banyak berbicara lagi, kami hanya focus dengan anak tangga yang ada di depan kami. And finally we did it!, Alhamdulillah.

Sampai di puncak Bromo beberapa teman kami ada yang membawa bekal, katanya pengen merasakan sarapan di atas puncak Bromo. Waktu itu kami tidak ada pikiran sedikit pun untuk membawa bekal, bawa diri sendiri saja sudah luar biasa rasanya hahahh. Sekitar pukul 11 pagi, kami kembali menuju parkiran wonokitri dan berganti mobil BMA yang akan membawa kami kembali ke Pare, tapi waktu itu kami berempat memutuskan untuk tidak ikut pulang karena ingin menghabiskan sisa liburan di Malang.

Alhamdulillah trip BROMO kami waktu itu luar biasa menyenangkan dan teman-teman trip kami luar biasa baik dan seru, apalagi waktu itu kebanyakan dari mereka berasal dari Makassar. Jadi logat dan selera “joke”nya hampir sama. Yang pasti, pengen balik lagi ke Bromo, pengen foto-foto yang cantik dengan kamera yang bagus ahahahha. Soalnya waktu itu muka kami luar biasa bermuka bantal plus kusam alias “cukmala” hahaha. Selain itu, Trip ini juga merupakan awal munculnya sebuah mimpi dan keinginan yang kuat untuk bisa melihat langsung keindahan gunung Semeru.


XO
TayaTumada
21.23 15 komentar
Dua minggu setelah perjalanan kami ke Jogja, berkunjung ke Bromo adalah tujuan kami selanjutnya. Waktu itu kami berinisiatif untuk mengatur trip kami sendiri tanpa harus ikut paket wisata yang disediakan oleh lembaga kursus di Pare. Soalnya kami takut dikecewain untuk ke dua kainya setelah kejadian di Bali. Trip kali ini diatur oleh teman kami Iqbal. Dengan estimasi budget kira-kira 100-125 ribu. Jadi waktu itu kami perlu mencari sekitar 12 orang untuk ikut sama kami, biar biayanya bisa lebih murah. Beruntungnya belajar di Kampung Inggris Pare, kami tiba-tiba saja punya banyak teman dari segala usia dan kota. Jadi menemukan ke12 org yang bisa ikut dengan kami itu g sesulit yang dibayangkan.

Baca Juga : Trip ke Bali

Jumat malam kami berangkat ke Bromo dari pare, Kediri dengan menggunakan mini bus BMA. Kira-kira pukul 3 Subuh kami sudah tiba di parkiran wonokitri, untuk berganti kendaraan dari BMA ke mobil pick up, waktu itu kami sempat kaget kirain bakal naik mobil jeep seperti yang banyak digunakan wisatawan lain, tau-tauny naik mobil pick up. Mungkin ini lah alasannya kenapa biayanya sangat murah hahahah. Di parkiran wonokitri juga banyak pedagang setempat yang menyewakan coat dan sarung tangan. Karena udaranya sangat dingin, tidak seperti yang saya bayangkan terpaksa saya harus menyewa salah satu coat tersebut. Soalny waktu itu saya hanya menggunakan sweeter rajutan saja. Biaya sewanya kira-kira 25-50ribu (kalau saya tidak salah ingat).
klo liat foto ini berasa seperti lg ngerasain winter di luar negeri :D
Kami ber12 duduk di belakang mobil, sambil berusaha menikmati perjalanan menuju ke bukit penanjakan untuk melihat sunrise. Sebelumnya saya sudah pernah naik mobil pick up dan duduk dbelakang, jadi saya sudah bisa membayangkan bagaimana rasanya nanti, apa lagi perjalanan yang dilalui menanjak dan berbelok-belok. Mungkin rasanya seperti sayuran yang dilempar-lempar naik ke mobil. Mungkin seperti itu :D. Selama perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah dan dtemani dengan ratusan cahaya bintang yang bertaburan di langit.

Turun dari mobil, kami masih harus berjalan kaki menuju ke view point dbukit penanjakan. Di sepanjang jalan banyak kedai-kedai yang menjual makanan dan minuman serta menyediakan api unggun kecil untuk menghangatkan diri. Waktu itu kami tiba di view point kira-kira masih pukul 4 lewat dan sudah banyak wisatawan yang tiba terlebih dahulu. Dengan bermodalkan cahaya senter dari hp kami berusaha untuk mencari tempat yang nyaman untuk bisa melihat sunrise, sambil mencoba untuk banyak bergerak agar tidak membeku kedinginan di ketinggian 2.770 mdpl.

Akhirnya yang ditunggupun mulai memperlihatkan pesonanya. It was one of the best sunrise that I’ve ever seen in my life. Sayangny waktu itu kami tidak bisa mengabadikan moment tersebut dengan hp kami. Tapi kami sudah sangat bersyukur diberi kesempatan sama Allah untuk bisa melihat sunrise di Bromo. Saat cahaya sudah mulai terang kami pun dsuguhkan dengan keindahan deretan gunung di kawasan Bromo Tengger Semeru. Pesona puncak Mahameru yang menjulang tinggi diantara gunung-gunung disekitarnya,  seolah-olah memanggil kami untuk melihatnya lebih dekatnya lagi. Seketika keinginan untuk mendaki gunung semeru menjadi sangat kuat, yang awalnya hanya sekedar wacana saja, kamipun bertekad dan berusaha untuk mewujudkannya.
pemandangan indah yg disuguhkan setelah matahari terbit, Masha Allah



To be continued.


19.35 14 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me






A 33 years old girl who loves Family, Friendship, and Traveling enthusiast


Follow me

Instagram

Viewers

Labels

about myself Experience Family Fashion film giveaway Hijab Holiday LIFE Mendaki Gunung MHA MRS notes to ourselves Quotes Romusa sahabat Semeru skripsi surveyor Travel mates travelling φίλος

Blog Archive

  • ▼  2020 (2)
    • ▼  Juli (2)
      • Surga Yang Tak Dirindukan 2
      • Surga Yang Tak Dirindukan 1
  • ►  2019 (6)
    • ►  November (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (4)
  • ►  2013 (11)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (100)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (15)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (11)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (17)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2011 (66)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (28)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (15)

Followers

Created with by ThemeXpose